sewa ruang kantor Jakarta Murah, Akuntansi Suatu Cabang
1.Pencatatan kegiatan kantor cabang dilakukan kantor pusat
Sifat kantor cabang memiliki sifat seperti agen, desentralisasi akuntansi ( = pelaksanaan jurnal, buku besar atau seperangkat buku yang terpisah ) pada kantor pusat. Pencatatan data akuntansi kantor cabang diperoleh kantor pusat melalui dokumen asli dan ringkasan memo transaksi yang dilengkapi voucher, duplikat sebagai arsip cabang.
2.Pencatatan kegiatan kantor cabang dilakukan kantor pusat dan kantor cabang
Pencatatan data akuntansi kantor cabang diperoleh kantor pusat melalui duplikat jurnal, pencatatan dokumen asli ke dalam jurnal dilakukan oleh kantor cabang. Pencatatan yang dilakukan kantor pusat ke dalam rekening kantor cabang yang terpisah atau dimasukkan ke dalam buku besar umum kantor pusat. Pada akhir periosde akuntansi, kantor pusat melakukan penyesuaian (adjusment) dan menutup pembukuan (closing) rekening kantor cabang untuk menetapkan besarnya laba – rugi cabang.
3. Pencatatan kegiatan kantor cabang dilakukan kantor cabang
Pencatatan data transaksi ke dalam jurnal dan pemindah pembukuan ke dalam buku besar umum. Laporan keuangan disusun secara periodik untuk di kirim ke kantor pusat, dan laporan keuangan ini diperiksa oleh internal auditor kantor pusat. Penyelesaian penutupan saldo buku-buku dilakukan oleh kantor cabang, maka hubungan kantor cabang dan kantor pusat terlihat sebagai berikut :
a.Kantor Cabang
Digunakan rekening “ Kantor Pusat ( Home Office ) “ untuk penghubung dengan kantor pusat. Rekening kantor pusat ( Home Office ) ini =
di Debet ( Dr ) : – Untuk pengiriman uang yang dilakukan oleh kantor cabang ke kantor pusat.
- Untuk kerugian operasi kantor cabang.
di Kredit ( Cr ) : – Untuk mencatat uang tunai, barang-barang dan aktiva lainnya yang diterima dari kantor pusat.
- Untuk laba yang dihasilkan operasi kantor cabang.
Referensi Mencari Sewa ruang kantor di Jakarta
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Jumat, 16 Desember 2011
Rabu, 05 Oktober 2011
Kurang Kondusif, Alasan Bakrie Life Belum Mampu Bayar Utang
Tidak seperti adira suransi kendaraan terbaik Indonesia, JAKARTA - PT Asuransi Jiwa Bakrie Life (BL) menuturkan alasan belum bisanya perseroan melunasi kewajiban pembayaran terhadap nasabah dikarenakan kondisi daripada BL sendiri dan pemegang saham kurang kondusif.
"Kami memang belum bisa bayar kewajiban yang jatuh tempo sekira Rp80 miliar karena kondisi kami serta pemegang saham yang umumnya kurang kondusif sehingga saat ini belum memungkinkan untuk kami dapat membayarnya," ungkap Direktur Utama Bakrie Life, Timoer Soetanto melalui pesan elektroniknya kepada okezone, beberapa waktu lalu.
Pada akhir pekan lalu, BL kembali dipanggil oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga keuangan (Bapepam-LK) guna dimintai keterangan dan penjelasan atas keterlambatan dan rencana pembayarannya.
Seperti diungkapkan di atas, kondisi perusahaan dan pemegang saham yang kurang kondusif saat ini menyebabkan BL belum bisa membayar kewajibannya terhadap nasabah.
Timoer menambahkan, BL pun akan terus mengusahakan untuk membayar kewajiban terhadap nasabah tersebut meskipun sebagian. Namun di sini, Timoer tidak memberi waktu yang pasti dan berapa kisaran jumlah yang akan dibayarkan nantinya.
Menurutnya, Bapepam-LK pun menekankan harus dilakukan pembayaran terhadap nasabah secepatnya mengingat sudah terlalu lama dan tertunda. Selain itu, Bapepam-LK pun meminta laporan tertulis tentang keterlambatan dan rencana-rencana pembayaran selanjutnya.
Tambahnya, batas waktu untuk pembayaran pun tidak berubah. Menurut jadwal yang ditetapkan, batas waktu pembayaran adalah pada tahun depan.
"Batas waktu seluruhnya kalau tidak ada perubahan menurut jadwal adalah tahun depan. Yang diwajibkan dan ditekankan Bapepam adalah yang sudah jatuh tempo atau yang tertunggak agar dapat dibayarkan secepatnya," pungkasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)